Dosen MKOM Unpak "Machine Learning dan Explainable AI untuk Keluarga Rentan Stunting"

ILKOM S2 — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor menyelenggarakan ThinkLab #65/2026: Eksplorasi Riset dan Inovasi pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini mengangkat tema “Klasifikasi dan Interpretasi Keluarga Rentan Stunting (KRS) Berbasis Machine Learning dan Explainable AI: Studi Kasus Data KRS Kota Bogor.”
Kegiatan ThinkLab menjadi ruang berbagi pengetahuan dan diskusi mengenai pemanfaatan riset, data, dan teknologi untuk mendukung proses perencanaan serta pengambilan kebijakan pembangunan daerah. Pada edisi ke-65 ini, pembahasan difokuskan pada pemanfaatan Machine Learning (ML) dan Explainable Artificial Intelligence (XAI) dalam pengolahan dan interpretasi data Keluarga Rentan Stunting (KRS) di Kota Bogor.
Kegiatan menghadirkan Anne Dewiana Rulianti, S.Si., M.Sc., QGIA., Kepala Bapperida Kota Bogor, serta Dr. Tjut Awaliyah Zuraiyah, M.Kom., Dosen Universitas Pakuan, sebagai narasumber. Diskusi dimoderatori oleh Gandi Aria Wijaya, S.P., M.Si., Penelaah Teknis Kebijakan Bapperida Kota Bogor sekaligus mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA). Kegiatan dipandu oleh Rosela Anindia sebagai pembawa acara.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai bagaimana pendekatan Machine Learning dapat digunakan untuk mendukung proses klasifikasi berdasarkan data KRS. Selain menghasilkan model klasifikasi, penggunaan Explainable AI menjadi bagian penting dalam pendekatan tersebut karena dapat membantu menjelaskan faktor atau variabel yang berkontribusi terhadap hasil prediksi model.
Pendekatan ini relevan dalam pengembangan analisis berbasis data karena hasil pemodelan tidak hanya berorientasi pada kemampuan prediksi, tetapi juga pada keterjelasan interpretasi hasil. Dengan demikian, hasil analisis dapat menjadi salah satu masukan berbasis data bagi pemangku kepentingan dalam memahami karakteristik keluarga rentan stunting dan menyusun intervensi yang lebih terarah.
ThinkLab #65/2026 juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan riset dan inovasi. Keterlibatan akademisi diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan metodologi ilmiah dan teknologi, sementara ketersediaan data serta konteks kebijakan dari pemerintah daerah memberikan ruang bagi penelitian yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata di masyarakat.
Melalui penyelenggaraan ThinkLab secara berkelanjutan, Bapperida Kota Bogor mendorong tumbuhnya ekosistem riset dan inovasi yang semakin kolaboratif serta memperkuat pemanfaatan data dan teknologi dalam mendukung pembangunan Kota Bogor.
ThinkLab #65/2026 sekaligus menunjukkan potensi penerapan kecerdasan artifisial sebagai instrumen analisis dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah, khususnya pada isu strategis terkait keluarga rentan stunting. Kolaborasi pemerintah, akademisi, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan hasil riset dapat dikembangkan menjadi pengetahuan dan masukan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.(*)

